OJK Intensif Kenalkan Keuangan Syariah ke Masyarakat

Keuangan Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara intensif mengenalkan produk dan jasa keuangan syariah melalui berbagai kegiatan sosialisasi agar masyarakat semakin paham dan mau menggunakan produk dan jasa keuangan tersebut.

“OJK sangat mendukung pengembangan keuangan syariah dan salah satunya diwujudkan dalam rangkaian kegiatan Kampanye Aku Cinta Keuangan Syariah (ACKS). Dalam kampanye ini, OJK bersama industri keuangan syariah telah merencanakan berbagai program-program sosialisasi dan komunikasi yang akan dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia seperti kegiatan Keuangan Syariah Fair (KSF) di Semarang ini,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad saat membuka acara tersebut di Mal Paragon Semarang, Jumat (12/5).

KSF ini, menurut Muliaman merupakan salah satu strategi OJK sebagai sarana penyampaian informasi tentang keunggulan produk dan jasa keuangan syariah, serta memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat untuk berinteraksi dengan lembaga-lembaga tersebut di Indonesia.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan format pameran (expo) dengan peserta dari perbankan syariah, pasar modal syariah, dan IKNB Syariah yang terdiri dari asuransi syariah, pembiayaan syariah, penjaminan syariah dan pegadaian syariah yang akan mengenalkan dan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang keunggulan produk dan jasa keuangan tersebut yang sudah “Sama Bagusnya, Sama Lengkapnya, Sama Modernnya” sebagaimana produk jasa keuangan konvensional.

Optimis Berkembang

Dikatakan Muliaman, melihat laju pertumbuhannya, industri ini akan mampu berkembang secara berkelanjutan, karena perannya semakin penting bagi perekonomian nasional dalam memenuhi permintaan masyarakat terhadap produk-produk dan layanannya, maupun untuk memenuhi kebutuhan pembangunan nasional.

“Terdapat hubungan timbal balik antara pengembangan industri keuangan syariah dengan kesejahteraan masyarakat. Kita meyakini bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, kebutuhan masyarakat terhadap produk dan layanan tersebut akan semakin meningkat,” katanya.

Data OJK per 28 Februari 2017, total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk Saham Syariah) mencapai Rp897,1 triliun dengan proporsi industri perbankan syariah mencapai sebesar Rp355,9 triliun, IKNB syariah sebesar Rp90,08 triliun dan pasar modal syariah mencapai sebesar Rp451,2 triliun).

Dengan jumlah tersebut, jika dibandingkan dengan total industri keuangan, maka industri keuangan syariah sudah mencapai market share sebesar 5,18%.

Source: OJK

Related Post:

BEM FSH Unsiq Gelar Syari’ah Fair 2017 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syari’ah dan Hukum, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) menggelar Syari’ah Fair 2017.Kegiatan yang mengusun...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *